Tuesday, August 17, 2010

Khasiat Pegagan untuk Tumpas TBC (Tuberkulosis)

Testimoni Pegagan
Seorang teman bercerita, betapa frustrasinya ia menumpas tuberkulosis (TB) paru-paru. Digempur pakai obat-obatan medis, si penyakit tetap saja eksis. Ia juga panik, karena katanya, bakteri TB bisa kebal terhadap gempuran obat yang diracik apotik. Untunglah, saat nyaris frustrasi, ia “menemukan” pegagan.

Menjalani “takdir” sebagai penderita TB paru-paru memang tak gampang. Jika tidak ulet, alih-alih sembuh, pasien bisa mati bosan. Maklum, proses penyembuhan TB, selain cukup sulit, juga makan waktu lama, berkisar 3 – 6 bulan. Itu pun dengan catatan, pasien berdisiplin minum obat dan rajin memeriksakan diri ke dokter.

Lamanya pengobatan itulah – apalagi jika disertai kendala biaya – yang kerap menyebabkan pasien frustrasi. Ya frustrasi minum obat, ya bosan menanggung derita. Padahal, disiplin minum obat menjadi faktor penentu dalam proses penyembuhan. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan bakteri TB resisten terhadap beragam obat konvensional, termasuk obat kombinasi.

Dengan kata lain, pasien TB sebenarnya dilarang keras menoleransi kata bosan, apalagi sampai putus asa. Itu sebabnya, buat teman tadi, perjumpaan dengan pegagan dan kawan sejawatnya menjadi sangat berarti. Paling tidak, ia merasa tak “sendiri” lagi menghadapi tuberkulosis. Ketika banyak sanak saudara dan handai taulan menjauh lantaran takut tertular, pegagan dan kawan-kawan menjadi teman paling setia.

Yang paling penting, harga mereka murah dan tak membuat kantung cekak jika dikonsumsi dalam kurun waktu lama.

Pegagan Menghambat & menghancurkan

Pegagan atau nama kerennya Centella asiatica itu tumbuhan liar yang ada di dataran rendah, sampai sekitar 2.500 m di atas permukaan air laut.

Secara empiris, biasa digunakan sebagai tonik, antiinfeksi, antirematik, penenang, mempercepat penyembuhan luka, dan diuretik. Berbagai penelitian telah dilakukan guna mendukung manfaat empirisnya.

Misalnya, penelitian yang merujuk pegagan sebagai antiinflamasi, antioksidan, antitumor, atau untuk meningkatkan daya ingat (susunan saraf pusat), eksem (luka terbuka), dan hepatitis. Hal itu berkaitan dengan kandungan senyawa yang dimiliki pegagan, yaitu asiaticiside, thankuniside, medecassoside, brahmoside, brahminoside, madastic acid, vitamin B1, B2, dan B6.

Dari berbagai penelitian in vitro terhadap pegagan menemukan kemampuannya menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Laorpuksa A. dan kawan-kawan dalam penelitian pada 1988 membuktikan, estrak air pegagan dapat melawan bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran napas. Sementara Herbert D. dan kawan-kawan dari Tuberculosis Research Center di India mencoba efek pegagan pada bakteri tuberkulosis H37Rv secara in vitro. Hasilnya, pegagan tidak langsung berefek pada bakteri tuberkulosis. Namun, Herbert menyarankan penelitian lebih lanjut terhadap senyawa aktif asiaticoside.

Feeling Herbert terbukti benar. Berdasarkan penelitian lanjutan, senyawa aktif pegagan itu ternyata dapat melawan Mycobakterium tuberculosis dan Bacillus leprae (Oliver-Bever, 1986). Penelitian berikutnya yang dilakukan Walter H. Lewis juga menyatakan, pegagan termasuk kelompok tanaman yang menghasilkan zat seperti antibiotika dan asiaticoside.

Uji Keampuhan Pegagan
Keampuhan pegagan juga telah diuji coba oleh Boeteau P. dan kawan-kawan, yang menginokulasi binatang percobaan marmut dengan bakteri basilus tuberkulosis selama 15 hari. Injeksi 0,5 ml 4% asiaticoside yang diberikan pada marmut, terbukti dapat mengurangi jumlah lesi tuberkular di paru-paru, hati, dan limpa. Senyawa asiaticoside membuat pegagan tak hanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri tuberkulosis, tapi juga berpotensi sebagai imunomodulator – peningkat daya tahan tubuh.

Secara empiris, pemanfaatan pegagan untuk membasmi tuberkulosis paru-paru dapat dilakukan dengan berpedoman pada resep berikut. Cuci 30 – 60 g pegagan segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, dan diminum 3 kali sehari. Untuk TB kulit, lumatkan pegagan, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit.

NB:
Utk atasi TBC herbal yang direkomendasikan terdiri dari :
1. Cakar ayam
2. Sambiloto
3. Pegagan
MInum 3x1 selama 1 bulan kemudian jeda 1 minggu dan lanjutkan lagi.
Info lebih lanjut bs contact : 081310343598 , budiprakoso98@gmail.com atau YM : budi_prakoso98

Sumber:
http://cintaherbal.wordpress.com (dikutip dari Khasiat Pegagan, dari penumpas TBC sampai peningkat daya ingat, www.depkes.go.id)

Wednesday, August 11, 2010

ALTERNATIF HERBAL UNTUK ATASI LIMFOMA....

Limfoma atau kelenjar getah bening dicirikan adanya benjolan yg biasa terdapat di bagian leher atau bagian-bagian tubuh lainnya terutama di bagian lipatan seperti ketiak, kaki dll. Penyakit ini biasanya pada tahap awal berupa tumor dan bila tidak cepat diatasi akan berkembang ke stadium lanjut berupa kanker.. dan kanker juga berkembang cepat ke stadium yang makin lama makin tinggi.

Limfoma ini sebenarnya bisa segera diatasi, terutama bila masih dalam stadium awal. Pemicu utama dari Limfoma ini banyak faktor mulai dari makanan dan lingkungan. Makanan yang mengandung pemanis-pewarna-pengawet buatan, vetsin, softdrink,makanan yang dibakar, ikan asin, daging dll. sedangkan lingkungan bisa menjadi pemicu kalau lingkungan tersebut terkontaminasi oleh logam berat.

Limfoma tidak saja diidap oleh orang dewasa tetapi juga bisa diidap oleh anak-anak, hal ini karena dipengaruhi oleh jenis makanan yang dimakan mengandung zat-zat yang menjadi pemicu terjadinya limfoma.

Pengobatn secara medis biasanya dengan melakuan penyinaran atau paling akhir dengan kemoterapi. bagi masyarakat yang biasa ke-2 pengobatan ini akan sangat membebani karena biaya yang sangat besar dan hasilnya kadang belum pasti.

Berdasarkan pengalaman saya selama ini, saya sering membantu masyarakat yang mencari alternatif herbal untuk menyembuhkan atau meringankan sakit akibat limfoma tersebut. Herbal yang saya rekomendasikan sudah standar yaitu :
1. Lhiforcan (keladi tikus, temu putih dan sambiloto)
2. Tapak dara
3. Rumput mutiara
Semua sdh bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk dikonsumsi.Semua herbal tsb diminum selama 1 bulan penuh dgn dosis 3x1-2 (tergantung dari kondisi sakitnya), kemudian jeda 1 minggu dan lanjutkan lagi.

Dari beberapa informasi orang yang konsumsi herbal tersebut, ternyata hasilnya sangat memuaskan dan alhamdulillah sudah banyak yang teratasi. Berikut informasi yang disampaikan via tlp k saya sbb :
Pagi ini, jam 10.00 WIB tgl 21 Juli 2010 sy ditelepon Bp. Wasidi- Sragen,Jawa Tengah (085711284440) salah seorang pemesan herbal utk LIMFOMA, beliau ingin pesan lagi herbal utk limfoma. setelah sy tanyakan kondisi terakhirnya, beliau menyatakan banyak kemajuan setelah minum herbal tsb


Wass
Prakoso,budi
081310343598
YM : budi_prakoso98

Tuesday, August 10, 2010

Menghancurkan Batu Ginjal tanpa Operasi?

Batu ginjal merupakan salah satu sakit yang sangat berat bagi penderitanya karena penderita akan merasakan sakit yang luar biasa pada saat akan berkemih. Batu ginjal ini merupakan hasil endapan dari residu yang mengumpal sehingga membentuk batuan yang menghambat disaluran ginjal maupun di ginjalnya sendiri.

Satu-satunya solusi yang bisa meredakan rasa sakit tersebut adalah dengan penghancuran batu ginjal tersebut. Ada beberapa alternatif untuk menghancurkan batu ginjal tersebut :
1. Operasi mengangkatan batu ginjal
2. Penembakan dgn sinar
3. Alternatif dengan herbal

Untuk point 1 & 2 sudah umum dilakukan oleh kalangan medis, untuk menghancurkan batu ginjal tersebut biasanya menghabiskan biaya yang besar sehingga sangat memberatkan bagi masyarakat yang tidak mempunyai biaya.

Solusi terakhir yang memerlukan biaya sangat terjangkau namun sangat efektif untuk menghancurkan batu ginjal tersebut. Namun demikian untuk alternatif herbal ini juga harus hati-hati karena tidak semua herbal bisa digunakan dan harus paham karakteristik dari herbal itu sendiri. Herbal yang secara riset bisa menghancurkan batu ginjal adalah : daun sendok, kumis kucing, meniran, tempuyung, keji beling. Utk herbal terakhir sebaiknya jangan dikonsumsi karena efek dari penghancurannya menyebabkan batu ginjal hancur dalam kondisi besar dan tajam sehingga akan merobek saluran kemih, dan pada akhirnya akan melukai dan terjadi pendarahan.

Herbal yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi untk mengatasi batu ginjal adalah :
1. Kumis kucing
2. Tempuyung
3. Meniran

Berdasarkan pengalaman selama ini, saya selalu merekomendasikan herbal tersebut untk atasi batu ginjal. Hasilnya batu ginjal hancur dalam waktu paling singkat 1 (satu) hari sejak pertama kali minum dan beberapa hari/minggu, hal ini tergantung juga dari besarnya batu ginjal tersebut. Namun, dengan rekomendasi herbal tersebut di atas, Insyaallah batu ginjal dapat di atasi.

Wass,

Prakoso, budi
YM : budi_prakoso98
081310343598
budiprakoso98@gmail.com